Istilah tasawuf yang dimaknai sebagai metode penyucian jiwa berarti sama dengan istilah tazkiyatun nafs yang terdapat dalam Alquran. Keduanya menyajikan pelajaran yang sama seperti yang terdapat dalam asketisme (zuhud) dan penyempurnaan akhlaq (ihsan)
Tujuan tasawuf pertama tama adalah membersihkan hati dari segala keinginan dan kecenderungan buruk, dan dari kotoran yang menumpuk akibat dosa dan kesalahn. Tasawuf bertujuan untuk menyingkirkan perilaku buruk dan perbuatan dosa, menyucikan diri dan menghiasi hati dengan perilaku yang baik dan terpuji sebagaimana dituntut oleh Alquran dan sunah Nabi SAW. Tujuan akhir tasawuf adalah membantu kaum beriman untuk mencapai ihsan atau tingkat kesempurnaan akhlak dengan menjadikan Nabi SAW sebagai teladan sempurna dan tujuan yang berusaha kerjas untuk dicapai oleh para sahabat.
Rabu, 07 Januari 2009
Sifat Sifat Rasulullah SAW
- Taqwa
- Wara’
- Zuhud
- Khusyuk
- Khudhu (rendah hati)
- Sabar
- Sidik
- Tawakal
- Adab (baik budi)
- Tobat
- Inabah (berpaling kepada Allah)
- Hilm (lembut)
- Rahmah (kasih sayang)
- Dermawan
- Tawaduk (rendah hati)
- Haya (sederhana)
- Syajaa (berani)
- Wara’
- Zuhud
- Khusyuk
- Khudhu (rendah hati)
- Sabar
- Sidik
- Tawakal
- Adab (baik budi)
- Tobat
- Inabah (berpaling kepada Allah)
- Hilm (lembut)
- Rahmah (kasih sayang)
- Dermawan
- Tawaduk (rendah hati)
- Haya (sederhana)
- Syajaa (berani)
Selasa, 06 Januari 2009
Islam, Iman dan Ihsan
Islam, Iman dan Ihsan dapat disebut sebagai tiga pilar agama.
Pilar pertama mewakili sisi praktis agama, termasuk ibadah, amaliah, dan kewajiban kewajiban lainnya. Pilar itu merupakan aspek lahir yang berkaitan dengan diri seseorang dan masyarakat. Para ulama menyebutnya “syariat” dan mereka mengembangkan sebuah cabang ilmu khusus yaitu ilmu yurisprudensi (fikih).
Pilar yang kedua berkaitan dengan kepercayaan yang terletak dalam hati dan pikiran. Kepercayaan ini meliputi keimanan kepada Allah, malaikat malaikat-Nya , rasul-rasulNya,kitab-KitabNya,hari akhir dan takdir (kepastian).Pilar ini dikenal dikalangan para ulama sebagai ilmu Tauhid.
Adapun pilar yang ketiga mewakili tasawuf yaitu Ihsan (karakter sempurna) yang dikenal juga dengan aspek rohani. Aspek ini selalu memperingatkan bahwa Allah selalu hadir dan mengawasinya. Apabila ia tidak dapat melihat Allah, maka ia harus terus menjaga kesadaran dalam hatinya bahwa Allah mengetahui setiap saat dan hingga hal terkecil dari ibadah dan keyakinannya. Dengan begitu, ia akan mencapai keadaan sempurna,suatu keadaan ketika ia merasakan kebahagiaan rohani dan cahaya pengetahuan yang langsung diberikan Allah ke dalam hatinya. Dimana para ulama menamainya sebagai ilmu tentang kebenaran sejati (hakikat)
Ringkasnya Islam menggambarkan perilaku seorang muslim, iman berkaitan dengan kepercayaan dan akidahnya dan ihsan mengacu kepada keadaan hati (aspek rohani) yang menentukan apakah keislaman dan keimanan seseorang itu akan membuahkan hasil dikehidupan ini dan kehidupan akhirat atau tidak
(dari buku Tasawuf dan Ihsan karya Syekh Muhammad Hisyam Kabbani)
Pilar pertama mewakili sisi praktis agama, termasuk ibadah, amaliah, dan kewajiban kewajiban lainnya. Pilar itu merupakan aspek lahir yang berkaitan dengan diri seseorang dan masyarakat. Para ulama menyebutnya “syariat” dan mereka mengembangkan sebuah cabang ilmu khusus yaitu ilmu yurisprudensi (fikih).
Pilar yang kedua berkaitan dengan kepercayaan yang terletak dalam hati dan pikiran. Kepercayaan ini meliputi keimanan kepada Allah, malaikat malaikat-Nya , rasul-rasulNya,kitab-KitabNya,hari akhir dan takdir (kepastian).Pilar ini dikenal dikalangan para ulama sebagai ilmu Tauhid.
Adapun pilar yang ketiga mewakili tasawuf yaitu Ihsan (karakter sempurna) yang dikenal juga dengan aspek rohani. Aspek ini selalu memperingatkan bahwa Allah selalu hadir dan mengawasinya. Apabila ia tidak dapat melihat Allah, maka ia harus terus menjaga kesadaran dalam hatinya bahwa Allah mengetahui setiap saat dan hingga hal terkecil dari ibadah dan keyakinannya. Dengan begitu, ia akan mencapai keadaan sempurna,suatu keadaan ketika ia merasakan kebahagiaan rohani dan cahaya pengetahuan yang langsung diberikan Allah ke dalam hatinya. Dimana para ulama menamainya sebagai ilmu tentang kebenaran sejati (hakikat)
Ringkasnya Islam menggambarkan perilaku seorang muslim, iman berkaitan dengan kepercayaan dan akidahnya dan ihsan mengacu kepada keadaan hati (aspek rohani) yang menentukan apakah keislaman dan keimanan seseorang itu akan membuahkan hasil dikehidupan ini dan kehidupan akhirat atau tidak
(dari buku Tasawuf dan Ihsan karya Syekh Muhammad Hisyam Kabbani)
Karakter Ekonomi Islam
Karakteristik Sistem Ekonomi Islam
Adalah sistem ekonomi yang bersumberkan kepada nilai nilai aqidah dan akhlaq islam. Karakter tsb
1. Terbebas dari unsur riba
2. Terhindar dari unsur Gharar
3. Terhindar dari unsur judi/spekulasi (maysir)
4. Terhindar dari unsur haram
5. Terhindar dari unsur syubhat
Adalah sistem ekonomi yang bersumberkan kepada nilai nilai aqidah dan akhlaq islam. Karakter tsb
1. Terbebas dari unsur riba
2. Terhindar dari unsur Gharar
3. Terhindar dari unsur judi/spekulasi (maysir)
4. Terhindar dari unsur haram
5. Terhindar dari unsur syubhat
Senin, 05 Januari 2009
Gharar (Ketidak Jelasan)
Gharar
Definisi :
Transaksi pertukaran yang mengandung ketidakpastian ATAU Ketidakjelasan bagi kedua pihak (uncertainty to both parties. Uncertainty to both parties dalam bahasa fikihnya disebut taghrir (ketidakpastian), dan dapat terjadi dalam 4 (enam) hal, yakni dalam:
1. Kuantitas;
2. Kualitas;
3. Harga;
4. Waktu Penyerahan
5. Ownership of Goods
6. Barang yang diperjual-belikan
Filosofi Larangan Gharar Karena dapat menimbulkan Munaza’ah atau kerugian & kezaliman pada salah satu pihak
1. Bai’ ma’dum (barangnya tidak ada)
2. Bai’ Ma’juzi at-Taslim (Jual beli barang yang barangnya sulit diserahkan)
3. Bai’ majhul (barang dan harga tidak diketahui)
Definisi :
Transaksi pertukaran yang mengandung ketidakpastian ATAU Ketidakjelasan bagi kedua pihak (uncertainty to both parties. Uncertainty to both parties dalam bahasa fikihnya disebut taghrir (ketidakpastian), dan dapat terjadi dalam 4 (enam) hal, yakni dalam:
1. Kuantitas;
2. Kualitas;
3. Harga;
4. Waktu Penyerahan
5. Ownership of Goods
6. Barang yang diperjual-belikan
Filosofi Larangan Gharar Karena dapat menimbulkan Munaza’ah atau kerugian & kezaliman pada salah satu pihak
1. Bai’ ma’dum (barangnya tidak ada)
2. Bai’ Ma’juzi at-Taslim (Jual beli barang yang barangnya sulit diserahkan)
3. Bai’ majhul (barang dan harga tidak diketahui)
Maysir (Judi/Spekulasi)
Maysir (Judi)
Maysir secara etimologi bermakna mudah. Maisir merupakan bentuk obyek yang diartikan sebagai tempat untuk memudahkan sesuatu. Dikatakan memudahkan sesuatu karena seseorang yang seharusnya menempuh jalan yang susah payah akan tetapi mencari jalan pintas dengan harapan dapat mencapai apa yang dikehendaki, walaupun jalan pintas tersebut bertentangan dengan nilai serta aturan syariah
Orang Arab jahiliah mempunyai kebiasaan menyimpan tiga buah anak panah di dalam ka’bah yang dibalut kertas atau kain bertuliskan lakukan, jangan lakukan dan kosong. Biasanya sebelum melakukan perjalan jauh, mereka menemui juri kunci ka’bah dan minta diambilkan salah satu anak panah. Bila yang terambil anak panah bertuliskan lakukan, mereka akan melakukan perjalanan jauh dan menganggap perjalanan mereka akan mendapat keselamatan. Ini merupakan game of chance yang dilakukan tanpa usaha.
Maysir secara etimologi bermakna mudah. Maisir merupakan bentuk obyek yang diartikan sebagai tempat untuk memudahkan sesuatu. Dikatakan memudahkan sesuatu karena seseorang yang seharusnya menempuh jalan yang susah payah akan tetapi mencari jalan pintas dengan harapan dapat mencapai apa yang dikehendaki, walaupun jalan pintas tersebut bertentangan dengan nilai serta aturan syariah
Orang Arab jahiliah mempunyai kebiasaan menyimpan tiga buah anak panah di dalam ka’bah yang dibalut kertas atau kain bertuliskan lakukan, jangan lakukan dan kosong. Biasanya sebelum melakukan perjalan jauh, mereka menemui juri kunci ka’bah dan minta diambilkan salah satu anak panah. Bila yang terambil anak panah bertuliskan lakukan, mereka akan melakukan perjalanan jauh dan menganggap perjalanan mereka akan mendapat keselamatan. Ini merupakan game of chance yang dilakukan tanpa usaha.
Jumat, 02 Januari 2009
Maqashid Syariah
Tujuan dari Syariah (Maqashid Syariah) menurut Imam Al Ghazali adalah meningkatkan kesejahteraan seluruh manusia yang terletak pada
1. Perlindungan Keimanan (Dien)
2. Manusia/Jiwa(Nafs)
3. Akal (Awal)
4. Keturunan (Nasl)
5. dan harta (Maal)
1. Perlindungan Keimanan (Dien)
2. Manusia/Jiwa(Nafs)
3. Akal (Awal)
4. Keturunan (Nasl)
5. dan harta (Maal)
Langganan:
Postingan (Atom)
